Sepakbola Mesir Rusuh, Setidaknya 74 Orang Tewas

Sedikitnya 74 orang tewas dalam bentrokan antara kelompok pendukung klub papan atas Liga Mesir Al-Masry dan Al-Ahly di kota Port Said, Rabu (1/2) malam setempat, demikian dilansir BBC Indonesia (2/2/2012).

Sebelumnya di negara Mesir bulan Februari 1974 juga terjadi insiden berdarah dalam event sepakbola dengan jumlah korban jiwa sebanyak 49 orang tewas.

Atas tragedi ini Menteri Kesehatan Mesir Hesham Sheiha mengomentari insiden ini adalah kerusuhan sepakbola terburuk di negeri ini.

"Peristiwa ini sangat buruk dan menyedihkan," demikian diungkapkan Menteri Kesehatan kepada stasiun Televisi Pemerintah.

Pada halaman lainnya BBC Indonesia (2/2/2012) juga memberitakan "Kejaksaan Mesir memerintahkan agar 52 orang yang ditahan setelah kerusuhan, segera diperiksa dan juga gubernur Port Said."

Sementara itu wartawan BBC di Kiaro Jon Leyne mengatakan buruknya pengamanan di stadion berkontribusi atas kerusuhan berdarah ini.

Kerusuhan terjadi setelah beberapa saat wasit meniup peliut panjang tanda pertandingan usai, dan pendukung Al Masry mauk ke lapangan dan menyerang pada pemain Al Ahly. Pertandingan berakhir 3 - 1 untuk kemenangan klub tuan rumah Al Masry.

Sejumlah mata menuturkan suasana tegang sudah terasa di sepanjang pertandingan, apalagi pendukung Al-Ahly membentangkan spanduk yang menghina pendudkung tuan rumah, demikian ditulis BBC

"Ini bukan sepakbola. Ini perang, orang tewas di depan di mata kami, "kata pemain Al Ahly Mohamed Abo Treika.

"Saya pikir kerusuhan ini bukan karena sepak bola. Para perusuh itu bukan fans sepakbola," Kata pemain mantan Al Ahly Hani Seddik kepada BBC.

"Bagaimana mungkin mereka bisa membawa pisau ke dalam stadion?. Bagi saya ini adalah tindkan orang-orang yang tak menginginkan negeri ini aman dan ingin mengusir turis dari sini," kata Seddik yang menonton sepakbola di kediamannya di Kairo.

Tragedi ini mengundang komentar Presiden FIFA Sepp Blatter yang menyatakan keterkejutan mendengar kerusuhan berdarah di mesir.

"kejadian ini adalah hari kelam untuk sepakbola. tragedi semacam ini tak pernah terbayangkan dan seharusnya tidak terjadi," kata Blatter.

Sumber : BBC Indonesia

0 komentar:

Pemberitahuan
News Internet tidak menerima dan bersedia menampilkan komentar url media online intenet penayang khusus promosi atau iklan kecuali ada perjanjian kerjasama mengikat. Terima kasih atas perhatiannya dan semoga dapat dimaklumi.

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan anda. Silahkan berikan komentar tentang artikel ini. Akan tetapi perlu dimaklumi bahwa Komentar yang tergolong iseng tidak akan ditampilkan. Untuk mendapatkan jawaban langsung pada kotak masuk Email anda, klick teks Subscribe by Email. Atas atensi dan partisipasinya terima kasih.